Pengertian, Perkembangan dan Ragam Penemu Teori Atom


Dalam ilmu fisika dan kimia, Teori Atom merupakan salah satu teori yang digunakan untuk mengenali sifat dari sebuah benda. Teori ini menyatakan bahwa seluruh benda yang ada di dunia ini terbentuk dari adanya atom-atom yang saling menyatu. Tentu, teori ini bisa diterapkan untuk berbagai jenis benda, termasuk benda padat, benda cair dan benda gas.

Menurut pengertiannya, atom sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang memiliki arti tidak bisa dibagi. Secara tidak langsung, arti dari kata atom ini merupakan sesuatu yang sangat kecil di mana tidak dimungkinkan untuk memisahkan atau membaginya lagi menjadi beberapa bagian.

Asal Usul Teori Atom

Dalam catatan sejarah, Teori Atom termasuk salah satu teori tertua yang muncul dan ditemukan di dunia. Teori ini kemudian dikembangkan menjadi lebih kompleks dan menjadi salah satu dasar pengetahuan yang cukup penting, terutama dalam sains. Menurut sejarah yang tercatat, penemu Teori Atom adalah seorang yang berasal dari Yunani, yakni Democritus.

Democritus merupakan tokoh ulung terkait Teori Atom. Ia merupakan seseorang yang pertama kali menemukan teori ini pada awal abad ke-5 sebelum masehi. Dalam hal ini, Democritus mengemukakan bahwa benda-benda yang ada bisa dibagi menjadi beberapa atau banyak bagian yang sangat kecil.

Bagian-bagian benda tersebut akhirnya tidak akan bisa dibagi lagi. Bagian inilah yang kemudian oleh Democritus disebut sebagai atom. Menurutnya, atom sepenuhnya padat, tidak terdapat struktur internal serta ada ruang kosong antar atom guna memberikan ruang untuk pergerakannya. Ia mencontohkan dengan pergerakan dalam air dan udara.

Selain itu, dalam penjelasan mengenai Teori Atom yang ia temukan, Democritus mengatakan bahwa ada perbedaan sifat dari material yang berbeda, atom memiliki perbedaan dan dibedakan dalam beberapa bentuk, massa serta ukurannya. Berdasarkan pada model atom yang ia buat, Democritus mampu menjelaskan jika memang atom-lah yang menyusun benda-benda.

Kemunculan teori ini menjadi salah satu tonggak pengetahuan yang penting dan memberikan perbedaan yang cukup signifikan. Dalam perkembangannya, Teori Atom ini kemudian dinamakan Teori Atom Democritus sesuai dengan nama penemunya.

Pengertian Struktur Atom

Perbincangan mengenai Teori Atom tidak bisa dilepaskan dari pembahasan mengenai struktur atom. Dalam pembahasannya, struktur atom merupakan satuan dasar materi di mana terdiri dari inti atom beserta awan elektron yang bermuatan negatif serta mengelilinginya. Inti dari atom tersebut memiliki kandungan campuran.

Campuran yang terdapat dalam inti dari atom adalah kandungan proton yang bermuatan positif dan juga neutron yang bermuatan netral. Elektron yang mengelilingi inti atom tersebut terikat dikarenakan dengan adanya gaya elektromagnetik. Tidak hanya itu, sekumpulan atom juga akan terikat dengan gaya yang sama dengan atom lain hingga nantinya akan membentuk molekul.

Oleh karena itu, dalam pembahasan mengenai Teori Atom, gaya elektromagnetik merupakan hal yang penting untuk dibahas dan memiliki pengaruh yang sangat besar. Struktur atom ini juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu hingga dibahas lebih detail.

Perkembangan Teori Atom

Seiring waktu berjalan, Teori Atom juga mengalami beberapa perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan teori yang lama akan menyempurnakan teori sebelumnya. Salah satu fakta yang tercatat dalam penemuan teori ini oleh Democritus adalah ia kurang memiliki bukti eksperimental sehingga teorinya dianggap kurang sempurna.

Akhirnya, pada medio tahun 1800 mulai ditemukan beberapa penemuan baru terkait Teori Atom yang kehadirannya memberikan pengertian dan pemahaman yang luas mengenai apa itu atom. Pada masanya, terdapat beberapa perkembangan terkait teori ini yang datang dari beberapa tokoh yang berbeda.

Adapun tokoh-tokoh yang berperan penting mengenai muncul dan berkembangnya Teori Atom hingga saat ini adalah sebagai berikut: 

1. Teori Atom Dalton

Perkembangan mengenai Teori Atom diawali oleh John Dalton. Ia mengemukakan pendapat awalnya mengenai atom pada tahun 1803. Dalam hal ini, teori yang dikemukakan oleh Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa atau hukum Lavoisier dan hukum susunan tetap atau hukum Proust.

Dalam penjelasannya, Lavoisier mengatakan bahwa massa total dari zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total dari zat-zat yang dihasilkan dari reaksi. Sedangkan Proust mengatakan bahwa perbandingan massa pada unsur-unsur dalam suatu senyawa senantiasa akan selalu tetap.

Dari kedua hukum tersebut, John Dalton mengemukakan pendapatnya terkait Teori Atom sebagai berikut:

  • Atom merupakan bagian terkecil dari sebuah materi dan karena ukurannya yang paling kecil sehingga tidak bisa lagi dibagi menjadi bagian lain.
  • Atom digambarkan dengan bola pejal yang sangat kecil dengan kesimpulan bahwa suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda pula.
  • Atom-atom bergabung untuk membentuk sebuah senyawa dengan perbandingan bilangan bulat serta sederhana. Dalam hal ini dimisalkan air yang terdiri dari atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
  • Reaksi kimia merupakan pemisahan dan juga penggabungan atau penyusunan kembali dari rangkai atom-atom sehingga atom tidak akan bisa diciptakan atau dimusnahkan.

Pendapat dari Dalton ini menjadi awal dari perkembangan Teori Atom dalam dunia pengetahuan. Kemunculan teori Dalton ini juga memberikan beberapa kelebihan dalam pengetahuan yakni mulai membangkitkan minat terkait penelitian mengenai beragam jenis modal atom.

Akan tetapi, Teori Atom yang dikemukakan oleh Dalton masih memiliki beberapa kelemahan. Adapun beberapa kelemahan dari teori Dalton adalah sebagai berikut:

  • Tidak dapat menjelaskan bagaimana cara atom tersebut saling berkaitan
  • Tidak dapat menjelaskan hubungan antara larutan senyawa dengan daya hantar sebuah arus listrik karena atom merupakan bagian terkecil unsur atau benda yang tidak bisa dibagi lagi
  • Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi
  • Tidak bisa menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan atom unsur lainnya.

2. Teori Atom Thomson

Tahapan perkembangan Teori Atom selanjutnya adalah teori yang dikemukakan oleh Thomson. Teori ini muncul setelah teori Dalton. Dalam perkembangannya, Thomson melakukan perbaikan terkait kelemahan yang terdapat dalam teori yang dikemukakan oleh Dalton yang merupakan penemu pertama teori modern yang membahas tentang atom.

Dalam hal ini, perbaikan terkait Teori Atom yang dikemukakan oleh Dalton adalah dengan penemuan elektron oleh Thomson pada tahun 1897. Dalam hal ini, elektron merupakan partikel yang bermuatan negatif.

Penemuan yang dilakukan oleh Thomson ini diperoleh melalui sebuah percobaan dengan menggunakan tabung sinar katode. Berdasarkan percobaan tersebut, Thomson menyimpulkan bahwa sinar katode adalah sebuah partikel dikarenakan dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara anode dan katode.Partikel tersebut merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif. Nah, inilah yang nantinya dalam Teori Atom versi Thomson disebut dengan elektron.Isi dari Teori Atom yang dikemukakan oleh Thomson adalah atom merupakan sebuah bola pejal yang memiliki muatan positif. Selain itu, di dalamnya tersebar elektron yang memiliki muatan negatif. Teori yang dikemukakan oleh Thomson ini juga disebut dengan teori roti kismis. Hal ini dikarenakan kismis mewakili atom positif yang melekat pada roti sebagai elektron negatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Pramuka Dunia dan Pramuka Indonesia